Mancanegara

Serangan Penjajah Israel di Tepi Barat Lukai Ratusan Orang dan Tahan Puluhan Warga

Pasukan Zionis mengepung rumah warga di Tepi Barat. (Daysofpal)
Pasukan Zionis mengepung rumah warga di Tepi Barat. (Daysofpal)

REPUBLIKA NETWORK, SEKITARKALTIM – Pasukan penjajah Zionis Israel telah melukai lebih dari 200 warga Palestina di provinsi Tubas, Tepi Barat yang diduduki.

Selain itu, serangan besar yang dilancarkan pada hari Rabu terus menimbulkan kerusakan yang meluas.

Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) melaporkan bahwa 78 korban luka membutuhkan perawatan di rumah sakit setelah serangan Israel.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Setelah mundur dari kamp pengungsi Tammun dan Far'a pada hari Jumat, pasukan Israel mengalihkan fokus mereka ke kota Tubas dan desa-desa di sekitarnya, termasuk Aqqaba dan Tayaseer, dilaporkan Days of Palestine, Sabtu.

Pejabat setempat mengonfirmasi, hampir 200 warga Palestina telah ditahan dalam empat hari terakhir. Sebagian besar diinterogasi di tempat dan dibebaskan, tetapi setidaknya delapan orang dibawa ke penjara militer Israel.

Selain itu, setidaknya sembilan warga Palestina ditangkap dalam penggerebekan di Qalqilya, Jenin, dan Nablus, termasuk dua anak dan seorang perempuan di Qalqilya, menurut sumber setempat.

Serangan kekerasan penjajah Israel, bersama dengan serangan pemukim bersenjata, telah meningkat sejak Oktober 2023.

Akibatnya, rata-rata 47 serangan tentara setiap hari di Tepi Barat yang diduduki pada bulan November.

Wali kota Tammun mengatakan kepada Al Jazeera bahwa meskipun kota itu telah mengalami lusinan serangan dalam beberapa tahun terakhir, serangan minggu ini yang paling merusak dan penuh kekerasan.

Bahkan mengakibatkan jalan-jalan hancur, jaringan air hancur, properti pribadi dirusak, dan penduduk dipukuli dengan kejam. Sebuah pola yang terulang dalam operasi militer besar Israel lainnya di Tepi Barat.

Di kamp pengungsi Jenin, pasukan Israel melanjutkan serangan besar-besaran yang dilancarkan pada bulan Januari, dengan buldoser yang menghancurkan setidaknya 23 rumah Palestina lainnya.

Pihak berwenang mengeluarkan pemberitahuan yang menyatakan, pembongkaran diperlukan untuk memastikan "kebebasan bergerak" bagi pasukan Israel. Meskipun area tersebut sebagian besar masih kosong setelah penggusuran sebelumnya.

Rumah-rumah yang dikepung menampung 340 warga Palestina, tetapi hanya 47 orang, kebanyakan perempuan, yang diizinkan mengambil barang-barang mereka pada hari Kamis.

Seorang anggota Komite Layanan Kamp Pengungsi Jenin mengatakan bahwa para penghuni hanya diberi waktu dua jam untuk mengambil barang-barang mereka, dan beberapa bahkan tidak dapat mengenali rumah mereka karena kerusakan yang terjadi.

Sayap bersenjata Jihad Islam Palestina melaporkan para pejuangnya melancarkan serangan terhadap pasukan Israel di Jenin dan Tubas pada hari Jumat.

Di Tubas, para pejuang menyerang patroli jalan kaki Israel dengan alat peledak anti-personel di daerah Wadi al-Tayaseer.

Di Jenin, bahan peledak diledakkan terhadap kendaraan militer Israel di al-Ziyoud dan al-Bir di kota Silat al-Harithiya.

Sejak Oktober 2023, pasukan penjajah Israel telah menewaskan setidaknya 1.086 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk 223 anak-anak, dengan 251 orang tewas pada tahun 2025 saja.

Setidaknya 10.662 warga Palestina telah terluka sejak dimulainya perang Israel di Gaza, dan lebih dari 20.500 orang telah ditahan.

Hingga awal November, 9.204 warga Palestina masih mendekam di penjara-penjara Israel, termasuk 3.368 yang ditahan tanpa dakwaan.

Kematian warga Palestina juga meningkat di dalam tahanan, dengan 94 kematian terdokumentasikan di fasilitas layanan penjara dan tentara Israel sejak Oktober 2023.

Hamas Desak Israel Hentikan Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza

Kelompok Pejuang Palestina, Hamas mendesak para mediator dan negara penjamin gencatan senjata Gaza untuk melakukan intervensi “secara serius dan mendesak”.

Langkah ini untuk menghentikan pelanggaran Israel yang sedang berlangsung dan meningkat, seiring serangan baru yang menghantam beberapa wilayah Jalur Gaza semalam hingga Sabtu pagi.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan juru bicara Hazem Qassem, gerakan tersebut mengatakan serangan darat, laut, dan udara Israel semakin intensif sepanjang malam.

Bahkan disertai penghancuran yang terus-menerus, "kelanjutan dari agresi yang tidak pernah berhenti," bunyi pernyataan tersebut.

Menurut sumber medis di Rumah Sakit Nasser, penembakan Israel di sebelah timur Khan Younis pada Sabtu pagi menewaskan dua anak bersaudara, Fadi dan Jumaa Abu Asi, setelah mereka menjadi sasaran di dekat Sekolah Al-Farabi di kota Bani Suheila.

Qassem mengatakan pemboman yang kembali terjadi membuktikan bahwa “genosida terhadap rakyat Gaza masih berlangsung, dan penembakan belum berhenti; temponya hanya berubah.”

Ia mendesak Mesir, Qatar, dan negara-negara yang berpartisipasi dalam pertemuan Sharm el-Sheikh untuk memaksa Israel mematuhi komitmennya berdasarkan perjanjian gencatan senjata.

Pasukan Israel mengintensifkan pemboman darat, laut, dan udara di beberapa wilayah Gaza pada dini hari Sabtu, di dalam zona yang saat ini berada di bawah kendali Israel.

Akibatnya semakin banyak jatuh korban tambahan.

Kompleks Medis Nasser mengonfirmasi bahwa dua anak tewas akibat tembakan Israel di Bani Suheila, di dalam apa yang disebut “zona kuning” di timur Khan Younis.

Layanan darurat juga melaporkan tiga warga Palestina terluka setelah artileri dan serangan udara Israel menghantam kota Al-Qarara, timur laut Khan Younis.

Serangan-serangan ini menandai pelanggaran terbaru dari serangkaian pelanggaran gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober.

Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, Israel telah melakukan sekitar 497 pelanggaran sejak saat itu, yang menewaskan lebih dari 342 warga Palestina.

Genosida Zionis Israel di Gaza, yang dimulai pada awal Oktober 2023, telah mengakibatkan lebih dari 69.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 170.000 lainnya luka-luka.

Sebagian besar wanita dan anak-anak. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya pembangunan kembali wilayah yang hancur tersebut mencapai $70 miliar.

Mila

Berita Terkait

Image

Brutal! Israel Jatuhkan Bom Lagi di Kamp Pengungsi Jabalia

Image

Brutal! Israel Jatuhkan Bom Lagi di Kamp Pengungsi Jabalia

Image

Jebakan Batman Terowongan Hamas

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Sekitarkaltim.ID -