
Doa yang tidak akan Tertolak, Berdoa Saat Sujud dalam Salat
Agama | 2025-03-09 23:19:32
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sujud adalah saat paling dekat seorang hamba dengan Allah, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim:
"Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ketika ia sujud. Maka, perbanyaklah doa (ketika sujud)." (HR. Muslim, No. 482)
Hadis ini mengajarkan bahwa sujud bukan hanya gerakan fisik dalam shalat, tetapi juga momen spiritual yang sangat istimewa untuk bermunajat kepada Allah. Agar sujud kita lebih bermakna dan sesuai dengan sunnah Rasulullah, berikut adalah hal-hal yang bisa dilakukan saat sujud:
1. Memastikan Sujud Dilakukan dengan Sempurna
Sebelum bermunajat, pastikan sujud dilakukan dengan cara yang benar. Rasulullah bersabda:
"Aku diperintahkan untuk sujud dengan tujuh anggota badan: dahi (termasuk hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung-ujung dua kaki." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam sujud, pastikan seluruh anggota tubuh ini menyentuh tanah dengan sempurna, tanpa ada bagian yang diangkat secara sengaja, kecuali dalam keadaan darurat atau uzur.
2. Membaca Dzikir Sujud Sesuai Sunnah
Rasulullah mengajarkan beberapa bacaan yang bisa dibaca saat sujud. Berikut adalah beberapa dzikir yang diajarkan dalam berbagai hadis:
Bacaan Sujud yang Paling Umum:
"Subhaana Rabbiyal A'laa."
Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi. (HR. Muslim, No. 772)
Dzikir ini merupakan bacaan minimal yang disunnahkan, dan dianjurkan diulang minimal tiga kali atau lebih sesuai kemampuan.
Bacaan Sujud yang Lebih Panjang:
"Subhaanakallahumma wa bihamdika, Allahummaghfir li."
Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Ya Allah, ampunilah aku. (HR. Bukhari, No. 794)
Atau:
"Allaahumma laka sajadtu, wa bika aamantu, wa laka aslamtu, sajada wajhiya lilladzi khalaqahu, wa sawwarahu, wa syaqqa sam’ahu wa basharahu, tabaarakallaahu ahsanul khaaliqiin."
Ya Allah, kepada-Mu aku bersujud, kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku bersujud kepada yang telah menciptakannya, membentuknya, dan membukakan pendengarannya serta penglihatannya. Maha Berkah Allah, sebaik-baik Pencipta. (HR. Muslim, No. 771)
Dzikir yang lebih panjang ini dianjurkan bagi mereka yang ingin memperpanjang sujud dan merenungkan kebesaran Allah.
3. Memperbanyak Doa dalam Sujud
Rasulullah sangat menganjurkan untuk memperbanyak doa dalam sujud, karena saat itulah Allah paling dekat dengan hamba-Nya. Beliau bersabda:
"Adapun dalam sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, sebab besar kemungkinan doa kalian akan dikabulkan." (HR. Muslim, No. 479)
Saat sujud, kita bisa berdoa untuk kebaikan dunia dan akhirat. Beberapa contoh doa yang diajarkan Rasulullah antara lain:
Doa meminta ampunan:
"Allahummaghfir li dzanbi kullahu, diqqahu wa jillahu, wa awwalahu wa akhirahu, wa 'ala niyyatahu wa sirrahu."
Ya Allah, ampunilah dosaku seluruhnya, baik yang kecil maupun yang besar, yang awal maupun yang akhir, yang tampak maupun yang tersembunyi. (HR. Muslim, No. 483)
Doa meminta perlindungan dari neraka:
"Allahumma ajirni min an-naar."
Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka.
Doa meminta surga:
"Allahumma inni as'alukal jannata wa a'udzu bika minan naar."
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka.
Doa pribadi dalam bahasa sendiri:
Dalam sujud, kita juga diperbolehkan berdoa dengan bahasa sendiri, terutama dalam shalat sunnah. Hal ini berdasarkan keumuman perintah Nabi untuk memperbanyak doa saat sujud tanpa membatasi bahasa yang digunakan.
4. Memanjangkan Sujud
Rasulullah dikenal sering memperpanjang sujudnya, terutama dalam shalat malam. Dalam sebuah riwayat, salah satu sahabat bertanya kepada istri Nabi, Aisyah radhiyallahu 'anha, tentang lamanya sujud Nabi. Aisyah menjawab:
"Beliau sujud begitu lama hingga kami mengira beliau telah meninggal." (HR. Bukhari dan Muslim)
Memanjangkan sujud memberikan lebih banyak kesempatan untuk bermunajat dan merasakan ketenangan spiritual.
5. Merasakan Kehadiran dan Kedekatan dengan Allah
Sujud bukan sekadar posisi fisik, tetapi juga keadaan hati yang penuh ketundukan dan kekhusyukan. Saat sujud, bayangkan diri kita benar-benar berada dalam keadaan hina di hadapan Allah yang Maha Agung. Rasakan bahwa setiap permohonan yang kita ucapkan didengar dan dikabulkan oleh-Nya.
Sujud adalah bentuk ibadah yang paling rendah hati dan penuh ketundukan, di mana seseorang meletakkan dahi—bagian paling mulia dari tubuh—ke tanah sebagai bentuk kepasrahan total kepada Allah. Saat sujud, seorang hamba berada dalam keadaan paling dekat dengan Allah. Karena sujud adalah momen kedekatan dengan Allah. Dalam shalat, bukan hanya bacaan yang penting, tetapi juga momen-momen tertentu seperti sujud yang bisa dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan doa dan permohonan. Dalam keadaan tersebut, seseorang mengakui kelemahan dirinya dan kebesaran Allah. Oleh karena itu, sujud menjadi waktu yang sangat mustajab untuk berdoa.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.